Sabtu, 10 Desember 2011

Dipersimpangan RUANG dan WAKTU

 Dipersimpangan Ruang dan Waktu

“Sesuatu itu akan INDAH, jika sudah sampai pada waktunya” begitulah setidak-tidaknya pesan Imam Ibn Athaillah dalam karya monumentalnya Al-Hikam. Secara sadar atau tidak, kata-kata itu telah menjadi energi baru dalam hidupku, mengangkatku untuk kembali bangkita saat aku terjatuh. Memberikan kekuatan baru saat aku lemah.....

Mari kita duduk sejenak, mencurahkan segala potensi pikir kita beranjak dari kesibukan tentang dunia. Istirahatkan sejenak pikiran kita dari pekerjaan kita mencari harta benda, Istirahatkan sejenak pikiran kita dari setiap persoalan yang ada, Istirahatkan sejenak pikiran kita dari problema CINTA dan KEHIDUPAN yang tak ada akhirnya.

Marilah kita minum kopi dulu, minum teh dulu, susu juga boleh, asal jangan minum arak atau bir yang memabukkan, karena kita akan mencurahkan pikiran kita dalam keadaan sadar, bukan mabuk atau gila. Kita satukan pikiran kita dengan kesadaran setiap rasa, dengan kesadaran tiap indra, dengan kesadaran yang benar-benar sadar kalau kita ADA bukan hanya sekedar ADA. Tapi kita ADA untuk BERADA dan MENJADI ADA.

Sesekali masukkanlah camilan atau makanan apapun dalam mulut kita, biarkan sejenak lidah ini menganalisa tiap detail rasa yang ada, ada manis, lemak, lezat, atau bahkan sedikit rasa pahit, nikmatilah.....sebentar, biarkan lidah ini menyelesaikan anatomi rasa pada makanan dimulut kita. Kemudian kunyahlah, biarkan gigi melakukan aktivitas wajibnya untuk menghancurkan makanan tersebut.

Euuumbh... Sambil mengunyah makanan tersebut biarkan gigi ini melakukan diagnosa antara renyah tidaknya makanan tersebut, kalau makanan sudah masuk ke dalam mulut secara spontan gigi ini akan melakukan kewajibannya, dia tak pernah menolak makanan untuk di kunyah selama makanan tersebut tidak lebih keras dari gigi yang kita miliki.

Lalu kita teringat pada firman Allah...”Laa....Yukallifullaha Nafsan Illa Wus’ahaa” artinya allah tidak akan menggantungkan sesuatu pada hambanya kecuali hamba itu mampu memikulnya.

Kiranya sama dengan potensi Gigi kita, dia diciptakan untuk menghaluskan makanan yang masuk kedalam mulut kita, selama makanan tersebut tidak lebih keras dari gigi yang kita miliki. Maka kita juga harus adil pada gigi. Jangan sampai ia di kasih besi, maka kamu juga yang merasakan nikmatnya rasa sakit itu.....!!!! (kalau anda belum mencoba, cobalah dulu, maka kau akan mengerti betapa besarnya nikmat TUHANMU)

Tugas GIGI memang agak berat, tapi ia tak pernah menyalahi tugasnya, tak ada ceritanya gigi mogok untuk mengunyah selama ia dalam kondisi normal. Ia rela bertugas untuk menghaluskan makanan agar bisa sampai dengan mulus ke dalam perut, melalui rongga tenggorokan yang begitu sensitif terhadap benda-benda keras.

Oke...!!! cukup sudah. Kita kembali pada “sesuatu itu akan indah pada waktunya”. Dalam kata-kata tersebut tersimpan sejuta misteri yang penuh dengan kejutan. Seperti halnya misteri ruang dan waktu yang tak di ketahui ujung dan pangkalnya. Namun keduanya terbatas. Entahlah kapan dan dimana mereka berdua akan berakhir.

Ke-misterian waktu dan ruang memberikan kita KEBAHAGIAAN dengan modal KEINGINAN yang seringkali mendesak dan meluap-luap, sang pengatur waktu telah menentukan segalanya, agar keinginan kita itu bisa menjadi indah.

Coba bayangkan saja, kita akan tahu nikmatnya sehat ketika sakit, tahu nikmatnya bahagia ketika sengsara, dan silahkan cari contoh-contoh yang lainnya. Intinya kebahagiaan dan kesedihan itu sama-sama tersimpan dalam ruang dan waktu yang menjadi misterinya.

Tanpa ke-misterian dalam hidup ini, kita tak akan mengenal kejutan. Bukankah kebahagiaan yang datang dalam bentuk kejutan lebih indah dari kebahagiaan yang telah terencanakan.??????? Itulah sebabnya kita sering mengharap datangnya keajaiban-keajaiban.

Kalau tiap doa dikabulkan seketika, kalau tiap keinginan menjadi kenyataan mungkinkah kita akan tahu arti dari sebuah keindahan dan kebahagiaan..???? saya kira tidak. Hidup ini akan berlalu dengan begitu hampa tanpa degub jantung yang memacu andrenalin kita. Akh........keringat ini tak akan pernah keluar. Sungguh luar biasa desain hidup ini. (alhamdulillah).

Coba bayangkan jika misteri waktu dan ruang tersingkap, dan kita tahu apa yang akan terjadi hari esok, lusa dan seterusnya. Masihkan kita tertarik untuk hidup.....????,

oleh sebab ketidak tahuan-kemisterian-dan kejutan-kejutan yang telah disiapkan itulah kita harus senantiasa berharap-harap senang, bukan berharap-harap cemas, sedih bahkan kecewa. percayalah, dan berusahalah untuk pandai mengendalikan diri. Karena apapun yang terjadi sesuai atau tidak dengan kehendak kita, kita kembali pada waktu dan ruang yang barangkali telah sampai atau masih belum.

Kita tak pernah punya kehendak atau kita tak pernah dikasih pilihan untuk lahir atau tidak, menjadi laki-laki atau perempuan, dari rahim si kaya atau si miskin, jelek atau rupawan, di kota atau di desa dan lain sebagainya. Semunya telah berada dalam yang MAHA BERKEHENDAK. Tapi bukan berarti kita berhenti berusaha dan berdoa. Karena tugas kita adalah menyeleraskan KEHENDAK KITA dengan KEHENDAK TUHAN kita. Itulah RIDHA TUHAN dalam TakdirNya.

2 komentar:

Maulana Achmad mengatakan...

hmm kata-kata anda sungguh membuat hati saya gerimis kalo boleh tau apa resepnya sehingga segala pengalaman hidup anda, dan seluruh kegiatan rohani anda dapat tertulis dalam dunia maya ini ?

Alleicya_ mengatakan...

trimakasih wat komentnya... hehhe... cuma ingin berbagi pengalaman aja dengan sahabat-sahabat blogger yg ada..,
sebenernya gak ada resep husus,, saya hanya ingin menuliskan apa yg ingin saya tulis,, dan melakukan apa yang biasa saya lakukan aja,,, sebagai ungkapan rasa terima kasih saya pada sang pencipta,, ketika Dia menghadirkan begitu banyak keajaiban, dan kejutan yang mungkin kita belum bisa menebak keindahannya sekarang di balik semua Rahasianya,,. *yakinlah ada hikmah di balik semua peristiwa*

Poskan Komentar

trimakasih atas kunjungan dan komentar anda!!!