Sabtu, 08 Januari 2011

Hakikat, Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam


HAKIKAT, TUGAS DAN FUNGSI PENDIDIKAN ISLAM

Oleh: Tu’nas Fuaidah

A.     Hakikat Pendidikan Islam
Hakikat pendidikan Islam adalah usaha orang dewasa muslim yang bertakwa secara sadar mengarahkan dan membimbing  pertumbuhan serta perkembangan fitrah (kemampuan dasar) anak didik perkembangannya.
Dan pendidikan itu menumbuhkan, melainkan mengembangkan kearah tujuan akhir. Dan jelas sudah bahwa proses pendidikan merupakan usaha membimbing, mengarahkan potensi hidup manusia yang berupa kemampuan-kemampuan dasar dan kemampuan belajar, sehingga terjdilah perubahan di dalam kehidupan pribadinya sebagai makhluk individual dan sosial serta dalam hubungannya dengan alam sekitar.

B.     Tugas dan Fungsi Pendidikan Islam
John Dewey menyatakan bahwa pendidikan itu adalah s uatu proses tanpa akhir. Dengan demikian, fungsi dan tugas pendidikan berlangsung secara kontinue dan berkesinambungan bagai spiral yang sambung-menyambung dari satu jenjang kejenjang yang lain. Dan yang selalu mengikuti kebutuhan manusia dalam bermasyarakat.
Tugas dan fungsi itu selalu bersasaran pada manusia yang tumbuh dan berkembang mulai dari kandungan ibu samapai saat meninggal dunia.
Tugas pendidikan dapat dibedakan dari fungsinya, diantaranya adalah:
1.        Tugas pendidikan adalah membimbing dan mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan anak didik dari satu tahap ketahap lain sampai meraih titik kemampuan yang optimal.
Bimbingan dan pengarahan tersebut menyangkut potensi berupa kemampuan dasar serta bakat-bakat manusia yang menuju kearah kematangan yang sangat optimal dan dalam proses yang sedemikian juga ada hambatan-hambatan mental dan spiritual, seperti hambatan pribadi dan hambatan sosial, yang berupa hambatan emosional dan lingkungan masyarakat yang tidak mendorong kepada kemajuan pendidikan dan sebagainya.
2.        sedangkan fungsi pendidikan adalah menyediakan fasilitas yang dapat memungkinkan tugas pendidikan tersebut dapat berjalan lancar. Penyediaan fasilitas ini mengandung arti dan tujuan bersifat struktural  dan institusional.[1]
-         Arti dan tujuan struktural menurut terwujudnya struktur organisasi yang mengatur jalannya proses kependidikan yang dilihat dari segi verrtikal maupun horiozontal, sedangkan faktor-faktor pendidikan dapat berfungsi secara interaksional (saling pengaruh mempengaruhi satu sama lain) yang mempunyai tujuan kepada pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.
-         Arti dan tujuan institusional mengandung implikasi bahwa proses kependidikan yang terjadi di dalam struktur organisasi itu diatur  untuk lebih menjamin proses pendidikan berjalan secara konsisten dan berkesinambungan mengikuti kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang cenderung kearah tingkat kemampuan yang optomal. Oleh karena itu, terwujudlah berbagai jenis pendidikan formal maupun non formal.
Di dala m filsafat pendidikan Islam oleh H. Hamdani Ihsan. Tujuan pendidikan Islam yaitu, sasaran yang akan dicapai seseorang  atau sekelompok yang akan melaksanakan pendidikan Islam. Menurut ahmad D. Marimba fungsi tujuan itu ada 4 macam, yaitu:
  1. Mengakhiri usaha
  2. Mengarahkan usaha
  3. Tujuan merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lanjutan dari tujuan pertama
  4. Memberi nilai (sifat) pada usaha-usaha itu.
Ahmad D. Marimba menjelaskan 2 macam tujuan, yaitu tujuan sementara dan tujuan akhir
  1. Tujuan sementara
Adalah sasaran sementara yang harus dicapai oleh umat Islam yang , melaksanakan pendidikan Islam. Tujuan sementara disini yaitu tercapainya berbagai kemampuan seperti kecakapan jasmaniah, pengetahuan membaca, menulis, pengetahuan ilmu-ilmu kemasyarakatan, kesusilaan, keagamaan, kedewasaan jasmani-rohani dan sebagainya.
  1. Tujuan akhir
Adalah terwujudnya kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang seluruhnya mencakup aspek-aspek mencerminkan ajaran Islam. Menurut Marimba, aspek-aspek tersebut adalah:
a.       Jasmani
b.      Kejiwaaan, seperti cara berfikir, sikap, pendirian dan lain-lain.
c.       Kerohanian yang luhur, seperti kepercayaan dan lain-lain.
Fungsi Pendidikan Islam
            Pengembangan ciri khas pendidikan agama Islam
  1. mengembangkan program pendidikan agama Islam yang lebih dalam dan menjaga pengembangan materi pelajaran Islam sesuai dengan tingkat dan jenjan pendidikan.
  2. mengembangkan kelompok program mata pelajaran umum yang diintegrasikan dengan pendekatan nilai-nilai agama Islam sesuai dengan tingkat dan jenjang pendidikannya.
  3. mengembangkan suasana keagamaan yang mencerminkan suasana keagamaan yang mencerminkan sikap dan perilaku yang sarwa ibadah yang bersumberkan ajaran agama Islam sesuai dengan usia perkembangannya masing-masing.

DAFTAR PUSTAKA

Muzayyin Arifin, M.Ed., Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi aksara, 1994
Muzayyin Arifin, M. Ed., Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi aksara, 2003
Hamdani Ihsan, H.A. Fuad Ihsan, Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Pustaka Setia, 2001
Depag RI, Panduan Pengembangan Ciri Khas Madrasah, 2005.




[1] H. Muzayyin Arifin, M. Ed., Filsafat Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi aksara, 2003), hal. 33-34

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

trimakasih atas kunjungan dan komentar anda!!!